Kerinci, Kami Datang

Kerinci, Kami Datang

by Arum Pratiwi

Setelah tertunda untuk kesekian kalinya, sejak bulan Juli, Oktober, November, bahkan nyaris saya lupakan demi memendam rindu mencari hangatnya pelukan alam, dinginnya malam badai. Akhirnya, dengan nyaris tanpa ada persiapan fisik *setelah diawal-awal rencana dulu, saya sempat seminggu lebih kelewat rajin latihan fisik jogging pagi sore, skipping, push up sampai kecetit malah*, dipenghujung tahun lalu, tanggal 30 Desember 2010, saya meninggalkan ‘kota’ ini menuju Kerinci. Di kota Sungai Penuh sudah menunggu teman-teman dari kantor BPS Kerinci dan BPS Muaro Jambi. Dari BPS Tebo ada saya sendiri, sementara Eny, sudah menunggu travel yang saya tumpangi di kotanya, Bangko.

Setelah berpamitan dengan ibu kos dan seseorang *even dia nggak pernah tahu…. Wkwkwkwkkw*, sekitar jam 19.15 WIB, saya berangkat naik travel, dengan 1 carrier *yang sementara saya sembunyikan karena mengalami sedikit trauma..hehhe* dan 1 buah ‘laptop’ yang ternyata lumayan merepotkan kami *karena dengan paraffin pun sebenarnya sudah cukup, dasar si provokator, ngrempongin aja neh laptop :p*. Waktu tempuh dari ‘kota’ Tebo ke Kerinci diperkirakan menghabiskan waktu 7-8 jam perjalanan dengan kondisi jalan yang nyaris 80% buruk *keriting, krikil, tanah merah* ditambah jalur yang berkelok-kelok dan naik turun sepanjang Merangin-Kerinci. Sampai kota Bangko, sekitar jam 21.30 WIB, Eny sudah menunggu di depan kantor Bupati Merangin ditemani seorang temannya, Mas Ali. Mulai memasuki jalan yang buruk plus teramat sangat mengocok isi perut karena berkelok-kelok, saya mencoba tidur, lebih baik daripada harus ada yang saya keluarkan dari makan sore saya. Sementara Eny, entah apakah dia tidur atau tidak, saya tidak tahu. Maaf, En….:)

Sekitar jam 04.00, travel kami memasuki kota Sungai Penuh. Setelah mengantar penumpang yang lain, kami diantar terakhir menuju desa Siulak Gedang, kediaman Bapak Syarpan Dani, Kepala BPS Kerinci.. Yah, disana kami beristirahat sejenak, sementara mas Benny sudah menunggu sehari sebelumnya. Sekitar pukul 10 pagi, kami bertiga dijemput teman-teman BPS Kerinci, Pak Arpan, Pak Rivia, Mas Sis, Bang Des Rizal, Bang Andi, Bang Alvian, Reza dan Winda. Let’s go to Kayu Aro, kota kecamatan yang berjarak sekitar 45 km dari kota Sungai Penuh, sekitar 1 jam jarak tempuhnya. Di Kayu Aro, kami melakukan persiapan terakhir, memenuhi kebutuhan logistik, makan siang juga packing terakhir di rumah Bang Mul, KSK Kayu Aro. Menumpang truk pengangkut kayu Bang Mul, menjelang pukul 14.00 WIB, 11 orang tim BPS Provinsi Jambi siap berangkat menuju basecamp Taman Nasional Kerinci Seblat, R 10.

  • Simpang Tugu Macan-R10

Waktu tempuh  dari simpang Tugu Macan, Desa Kersik Tuo ke R 10 *dari beberapa catper yang saya baca* sekitar 45 menit jika jalan kaki. Berhubung kami naik truk, hanya sekitar 10 menit, dengan jalan berupa batu-batu kerikil yang juga banyak lobang di sana-sini.

  • R10-Pintu Rimba

Dari pondok R10 (1611 mdpl) menuju Pintu Rimba (1800 mdpl), menempuh jarak sekitar 2 km, melewati kebun teh juga ladang penduduk yang penuh dengan tanaman kentang. Pintu Rimba adalah gerbang awal pendakian ke Kerinci. Sampai di sini, Bang Mul mengantar kami. Karena setelah itu, hanya ada jalur setapak yang bisa dilalui hingga puncak.

  • Pintu Rimba – Pos 1

Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Dari pintu Rimba sampai Pos 1 dekat. Cuma 15 menit jalan santai. Di sini ada bangunan, mungkin kamar mandi ya, tertutup gitu.

  • Pos 1- Pos 2 (1909 m dpl)

Dari Pos 1 ke Pos 2  jaraknya 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasan trekking nya masih relatif landai. Di Pos 2 ada 2 bangku yang cukup panjang (Pos Bangku Panjang) 

  • Pos 2 – Pos 3 (2000 mdpl)

Menuju Batu Lumut (pos 3) medan pendakian masih landai dan jarak tempuhnya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 30 menit. Di pos 3 juga ada pondok terbuka, dengan 2 bangku panjang permanen.

  • Pos 3 – Shelter 1 (2225 mdpl)

Di Shelter 1, berupa tanah yang cukup lapang, merupakan tempat istirahat namun tidak ada pondokan seperti Pos 2 atau Pos 3, tetapi disini ada lokasi airnya (air endapan). Memang lokasinya di sungai tetapi sungai ini konterporer yang hanya berair dimusim hujan. Jarak tempuh menuju Shelter 1 sejauh 2 km perjalanan dengan waktu tempuh 1 jam. Kondisi jalan setapaknya mulai  relatif terjal.

  • Shelter 1 – Shelter 2 (2510 mdpl)

Dari shelter 1 menuju shelter 2, perjalanan mulai menguras energi karena jalur-jalurnya yang mulai tidak “berperikegunungan”. Banyak jalan yang sebenarnya bukan jalan setapak, tapi jalur air. Bahkan di beberapa tempat tertentu, kita harus berjalan di jalur air yang seperti lorong dalam gua, karena atapnya yang tertutup ranting-ranting pohon. Treknya juga mulai terjal, tapi belum separah shelter 2-shelter 3. Beruntungnya saya melewati jalur ini malam hari *karena saya paling malas jalan malam*, entahlah andai saya naik siang hari… Waktu normal untuk mencapai  shelter 2 sekitar 2 jam. Tapi, karena kami naik dengan speed kura-kura, jadi makan waktu lumayan lama, hampir 4 jam.

 

  • Shelter 2 – Shelter 3 (3073 m dpl)

Dibeberapa catper yang saya baca sebelumnya, di shelter 2 ada satu bangunan. Tapi saya tidak menemui bangunan ini, atau mungkin sudah roboh, entahlah. Trek shelter 2 – shelter 3…. Fyuuuhhhh…sekali lagi, saya masih nggak percaya kalau saya bisa melewati jalur itu. *maklum, belum pernah naik* kalau saya boleh cerita, hampir sama dengan Tanjakan Cinta-nya Gede *maap, Tanjakan Setan-nya Gede… makasih yo, Ri :)*, tapi ini jauh lebih parah, lebih terjal, lebih panjang..… lagi-lagi saya  bersyukur karena melewati jalur ini saat masih gelap. Entah bagaimana cara saya waktu itu hingga bisa melewati kayu-kayu tunggak, akar-akar pohon yang malang melintang di hadapan kami *baru sadar saat turun* Kami mulai naik ke shelter 3 pukul 5 pagi, terlalu siang memang.  Lama tempuh dari shelter 2-shelter 3 normal sekitar 2 jam. Lagi-lagi, waktu tempuh kami tidak normal, 3 jam.

  • Shelter 3 – Puncak (3805 mdpl)

Shelter 3 merupakan Taman Bunga. Sudah tidak ada pepohonan besar  lagi. Disini, angin bertiup sangat kencang, tapi banyak teman-teman pendaki nge-camp disini sebagai titik awal saat summit. Disini juga, dari catper yang saya baca sebelumnya, katanya kita bisa menjumpai sumber air, tapi harus menyebrang ke lereng selatan.  Waktu tempuh dari Taman Bunga ke Puncak, sekitar 2,5 jam. Dari shelter 3 hingga batas vegetasi, jalur kembali landai, mungkin sekitar 1 km jaraknya. Yang perlu diwaspadai di sini adalah, angin yang sangat kencang. Hati-hati yang badannya “tipis”, bisa “terbang”…xixixixiixi…  mulai batas vegetasi hingga puncak, kembali kita bertemu jalur air dan pasir hidup. Pilihannya hanya 2, masuk jalur air, atau merangkak seperti cicak di jalan pasir. Tidak ada pegangan yang kokoh, hanya sesekali ada batu atau tanah yang lumayan padat untuk bisa dipijak. Salah pijak, kanan kiri adalah jurang, jadi…. Hati-hati melangkah *maklum, pendaki pemula, minim peralatan, minim pengalaman*

 

 

Sayang, pendakian ini kami hentikan sampai di Tugu Yudha. Ada beberapa faktor yang membuat kami memutuskan menghentikan langkah ini hingga puncak. Pertama, karena hari sudah terlalu siang (sekitar pukul 10 pagi), dari info yang kami dapat dari teman-teman yang baru saja turun, uap belerang sudah mulai naik. Kedua, setelah kami menghitung sisa logistik, ternyata tidak mencukupi jika kami harus nge-camp kembali. Selain itu juga sisa waktu untuk turun terbatas. Daripada nekat mencapai puncak dengan resiko keracunan uap belerang, kelaparan dan tidak masuk kantor, akhirnya kami memutuskan stop hingga Tugu Yudha. Sementara jarak dari Tugu Yudha sampai Puncak masih sekitar 1,5 jam lagi. 

 

Tak henti kami mengucap syukur karena pemandangan alam yang sungguh luar biasa….. Maka Nikmat Tuhan yang mana lagikah yang kamu dustakan…..

Alhamdulillah, Ya Alloh….

 

Terima kasih untuk teman-teman BPS Kerinci untuk sambutan yang luar biasa…. Eny, dan si provokator “kompor utama”, Mas Benny….Special thanks to My Mom, Love U Mom…..karena  Kesombongan(ku) di Masa Muda Yang Indah….

 *menunggu cuti berikutnya untuk langkah-langkah kaki berikutnya*

Iklan

3 thoughts on “Kerinci, Kami Datang

  1. Ping-balik: Kerinci, sebagian mimpiku « catatan kecil

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s