Kerinci, sebagian mimpiku

Kerinci, sebagian mimpiku

 
Beberapa hari lalu, aku dapat note di FB, ekspedisi temen2 BPS Jambi ke Gunung Kerinci. sebenernya emang aku yang mesen dibuatin note tentang perjalanan mereka.
 
Disini aku coba tulis kembali beberapa catatan perjalanan Arum Pratiwi cs, terutama bagian info pendakian ke Gunung Kerinci dan photo2 hasil jepretan temen2. selebihnya adalah kenanganku tentang “Kerinci”.
 
Buat pembaca yang pengen baca catatan lengkap perjalanan Tim BPS Jambi ke Gunung Kerinci, klik di Kerinci, Kami Datang
 
Gunung Kerinci
gambar Gunung Kerinci by BPS’ Team

 

Sepuluh tahun tinggal di Jambi (1999 – 2009), hal yang belum ‘keturutan’ adalah naik Gunung Kerinci. Dulu gak ada temennya…. 😛 kalau sekarang……udah tua… 😀 Biar gitu aku tetep punya mimpi, suatu saat, kalau anak2 udah gedhe2 mungkin kami bisa ‘naik’ bersama-sama ……. hehehe…. ngayaldotcom.

Terakhir kali aku ke Kerinci adalah tahun 2000 …. 😀 jadul bgt yak….?

Banyak banget wisata alam yg cakep2 di sana. kapan2 pasti aku tulis hal2 yg aseek di Kerinci. Tunggu aj ya… 😀

Kerinci adalah sebuah Kabupaten di Provinsi Jambi yang berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat. Waktu tempuh dari Kota Jambi sekitar 12 jam perjalanan darat. Kita bisa ke sana dengan bis umum atau travel. Waktu tahun 2009 (waktu itu aku masih di Jambi) ada pesawat dari Bnadara Sultan Thaha ke Kerinci, dengan waktu tempuh kurang lebih 1 jam….. tapi aku belum pernah nyoba…. 🙂 komentar temen yang pernah nyobain seh “ngeri-ngeri sedap….” nah lo 😀

Sepuluh tahun yang lalu aku paling suka kalau ke Kerinci dengan Bis besar (soalnya ad bis tanggung) yang jadwal berangkatnya jam 8 malam dari Kota JAmbi. Soalnya kalau berangkat jam segitu tengah malam bis akan beristirahan di Muara Hemat….(ini nama daerahnya). Nah, yang aterkenal dari tempat ini adalah teh manis dengan gula setengah gelas……. qi qi qi…. bisa dibayangin kaya gimana manisnya…. kan? Setiap kali sampai di situ aku biasanya akan hati2, dan tidak akan mengaduk teh manis itu… 😀

Jalan ke Kerinci terutama jalur Merangin – Kerinci sangat berkelok-kelok dan naik turun, jadi siap2 buat yang suka gak tahan….. 😀

Pagi hari, ketika kabut masih cukup pekat kita akan melewati Danau Kerinci yang membuat kita takjub….. (setiap tahun digelar Festifal Danau Kerinci…. ). Sebelumnya sepanjang jalan mata kita akan dimanjakan dengan keindahan alam. yang paling aku suka adalah sungai di sepanjang jalan dengan kincir2 airnya……. serasa di negeri dongeng…. 🙂

Sekitar jam 8 pagi biasanya kita sudah sampai di Kota Sungai Penuh. Di sini kita bisa beristirahat sejenak, mau cari penginapan atau hotel juga ada…..

Kalau mamu ke Gunung Kerinci, perjalanan dilanjutkan ke Kayu Aro, sebuah kota kecamatan di lereng Gunung Kerinci. Yang selalu ku ingat dari perjalananku dulu ke Kayu Aro adalah pucuk-pucuk merah pohon kulit manis di kiri kanan jalan, setelah itu perkebunan teh yang cuakep banget 🙂 belum lagi kalau ketemu pedati yang membawa hasil panen petani…..woooo keren banget deh…. 😀

Kalau perjalanan mau lanjut ‘naik’, di Kayu Aro inilah dilakukan persiapan terakhir, biasanya menyangkut logistik….. gitu katanya….

Buat yang punya hobi naik gunung, ini nih infonya….tapi hanya sampai Tugu Yudha, sekitar 1,5 jam perjalanan lagi menuju puncak. Perjalanan pendakian dimulai dari basecamp Taman Nasional Kerinci Seblat R10. mungkin gambaran rutenya seperti berikut ini….. (info dr Arum ….. 🙂 ) :

  • Simpang Tugu Macan-R10

Dari beberapa catper disebutkan waktu tempuh  dari simpang Tugu Macan, Desa Kersik Tuo ke R 10 sekitar 45 menit jika jalan kaki. atau sekitar 10 menit dengan naik truk. Tapi hati-hati karena jalan berupa di sini batu-batu kerikil yang juga banyak lobang di sana-sini.

  • R10-Pintu Rimba

Dari pondok R10 (1611 mdpl) menuju Pintu Rimba (1800 mdpl), menempuh jarak sekitar 2 km, melewati kebun teh juga ladang penduduk yang penuh dengan tanaman kentang. Pintu Rimba adalah gerbang awal pendakian ke Kerinci. Setelah itu, hanya ada jalur setapak yang bisa dilalui hingga puncak.

  • Pintu Rimba – Pos 1

Pintu Rimba merupakan gerbang awal pendakian berada dalam batas hutan antara ladang dan hutan heterogen sebagai pintu masuk. Dari pintu Rimba sampai Pos 1 dekat. Cuma 15 menit jalan santai. Di sini ada bangunan, mungkin kamar mandi ya, tertutup gitu.

  • Pos 1- Pos 2 (1909 m dpl)

Dari Pos 1 ke Pos 2  jaraknya 2 km atau 30 menit perjalanan, lintasan trekking nya masih relatif landai. Di Pos 2 ada 2 bangku yang cukup panjang (Pos Bangku Panjang) 

  • Pos 2 – Pos 3 (2000 mdpl)

Menuju Batu Lumut (pos 3) medan pendakian masih landai dan jarak tempuhnya sekitar 2 km dengan waktu tempuh 30 menit. Di pos 3 juga ada pondok terbuka, dengan 2 bangku panjang permanen.

  • Pos 3 – Shelter 1 (2225 mdpl)

Di Shelter 1, berupa tanah yang cukup lapang, merupakan tempat istirahat namun tidak ada pondokan seperti Pos 2 atau Pos 3, tetapi disini ada lokasi airnya (air endapan). Memang lokasinya di sungai tetapi sungai ini yang hanya berair dimusim hujan. Jarak tempuh menuju Shelter 1 sejauh 2 km perjalanan dengan waktu tempuh 1 jam. Kondisi jalan setapaknya mulai  relatif terjal.

  • Shelter 1 – Shelter 2 (2510 mdpl)

Dari shelter 1 menuju shelter 2, perjalanan mulai menguras energi karena jalur-jalurnya yang mulai tidak “berperikegunungan” (istilahnya arum 😀 ). Banyak jalan yang sebenarnya bukan jalan setapak, tapi jalur air. Bahkan di beberapa tempat tertentu, kita harus berjalan di jalur air yang seperti lorong dalam gua, karena atapnya yang tertutup ranting-ranting pohon. Treknya juga mulai terjal, tapi belum separah shelter 2-shelter 3. Beruntungnya saya melewati jalur ini malam hari *karena saya paling malas jalan malam*, entahlah andai saya naik siang hari… Waktu normal untuk mencapai  shelter 2 sekitar 2 jam. 

 

  • Shelter 2 – Shelter 3 (3073 m dpl)

Trek shelter 2 – shelter 3…. ternyata jauh lebih parah, lebih terjal dan lebih panjang..… Lama tempuh dari shelter 2-shelter 3 normal sekitar 2 jam.

  • Shelter 3 – Puncak (3805 mdpl)

Shelter 3 merupakan Taman Bunga. Sudah tidak ada pepohonan besar  lagi. Disini, angin bertiup sangat kencang, tapi banyak teman-teman pendaki nge-camp disini sebagai titik awal saat summit. Disini juga, katanya kita bisa menjumpai sumber air, tapi harus menyebrang ke lereng selatan.  Waktu tempuh dari Taman Bunga ke Puncak, sekitar 2,5 jam. Dari shelter 3 hingga batas vegetasi, jalur kembali landai, mungkin sekitar 1 km jaraknya. Yang perlu diwaspadai di sini adalah, angin yang sangat kencang. Mulai batas vegetasi hingga puncak, kembali kita bertemu jalur air dan pasir hidup. Pilihannya hanya 2, masuk jalur air, atau merangkak seperti cicak di jalan pasir. Tidak ada pegangan yang kokoh, hanya sesekali ada batu atau tanah yang lumayan padat untuk bisa dipijak.

 Setelah itu sampailah kita di Tugu Yudha. Sayangnya karena satu dan lain hal (baca di Kerinci, Kami Datang) infonya hanya sampai di sini. Nah…. jarak dari Tugu Yudha sampai Puncak masih sekitar 1,5 jam perjalanan lagi.

 Buat yang tertarik untuk menaklukan Gunung Kerinci semoga info ini bermanfaat….. 😀

=tengkyu buat Arum yg udah share perjalannya……=

Iklan

5 thoughts on “Kerinci, sebagian mimpiku

  1. baca tentang pendakian gunung saya jadi teringat film Gie 🙂 saya juga pernah menaki gunung walaupun mungkin tidak setinggi dan seindah gunung kerinci. tapi memang pemandangan di puncak emang top bgt, sepadan dengan perjuangannya.
    salam kenal ya 😉

  2. matur suwun juga semangatnya, mbakyu… klw nggak karena mbak Ncus minta buat catpernya, pasti nggak akan ada kenangan catper seru neh *seperti pendakian2ku yang lain…selalu hilang tanpa coretan kata-kataku*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s