Rumpelstiltskin

Rumpelstiltskin

 by Grimms

Pada jaman dahulu di pasar sebuah kota kecil tinggallah seorang tukang giling dengan anak perempuannya. Tukang giling itu bukan orang kaya, juga bukan orang yang terkenal maupun orang penting, tapi oh, betapa ia mengharapkannya.

Dia sering berdusta supaya orang lain mengira bahwa dia adalah orang penting.

“penggilinganku dapat menggiling lebih cepat dari penggilingan lain di negeri ini!” katanya. “roti yang dibuat dari tepungku dapat mengembang dua kali lebih besar dari roti yang dibuat dari tepung lainnya!”

Tapi orang-orang tidak memperhatikannya.

Pada suatu hari ketika raja mengunjungi kota itu si Tukang Giling membual terlalu jauh.

“Anak perempuanku bisa memintal jerami menjadi emas!” dia berteriak sekencang-kencangnya.

Orang-orang ternganga mendengar dustanya yang melampaui batas.

Tetapi, raja, yang tidak mengetahui bahwa si tukang giling adalah seorang pembual, mengira bahwa dia mengatakan yang sebenarnya.

Dan raja adalah seorang yang serakah.

Dia memerintahkan agar putri si tukang giling segera dibawa ke istana. Ketika gadis itu tiba, dia dibawa ke sebuah ruangan yang penuh dengan jerami, dan sebuah alat pintal yang telah dibeli untuknya.

“Sebelum fajar tiba kamu harus memintal jerami ini menjadi emas, atau kamu akan mati!” perintahnya, kemudian dia meninggalkan ruangan itu dan menguncinya.

Gadis yang malang itu hanya dapat menangis. Sudah tentu dia tidak dapat memintal jerami menjadi emas, dan sekarang, karena kebodohan ayahnya, dia akan mati.

Tiba-tiba muncullah seorang kurcaci.

“Ada apa?” tanyanya.

Putri tukang giling itu menceritakan semuanya.

“Mungkin aku dapat membantu”, kata Kurcaci itu.

“Apa yang akan kau berikan padaku sebagai bayarannya?”

“Ambillah ini,” kata gadis itu dan memberikan kalungnya kepada si Kurcaci.

Dengan tidak berkata apa-apa lagi Kurcaci itu duduk dan memintal.

WHIRR….WHIRR….WHIRR…

Dengan takjub gadis itu mengamati gulungan demi gulungan dpenuhi oleh benang-benang emas. Sementara Kurcaci itu bekerja, si gadis tertidur.

Keesokan harinya ketika dia terbangun, kurcaci itu sudah pergi, dan ruangan itu penuh dengan emas.

Gadis itu tidak dapat mempercayai keberuntungannya. Kurcaci itu telah menyelamatkan nyawanya.

Ketika raja masuk ke dalam kamar, dia sangat senang. Gadis itu pasti mempunyai kekuatan gaib.

Tetapi, dia seorang yang serakah, satu ruangan penuh emas tidak cukup baginya.

Dia ingin lebih dari itu.

“Bagus, nak. Kamu boleh tetap hidup. Tetapi kamu tidak boleh pergi, karena aku punya pekerjaan lagi untukmu,’ katanya.

Kali ini raja membawa putri tukang giling ke sebuah ruangan yang lebih besar, yang dipadati dengan jerami.

“kamu akan mati, kecuali kalau besok pagi kamu telah memintal semua jerami di dalam ruangan ini menjadi emas!” katanya lagi, lalu mengunci gadis itu semalam lagi.

Gadis yang malang itu putus asa. Sekali lagi, dia duduk di timbunan jerami dan menangis seakan-akan hatinya pecah.

Tapi dia tidak perlu merasa cemas, karena tiba-tiba kurcaci yang telah menolongnya tadi malam muncul di hadapannya.

“Aku dapat menduga apa yang kau inginkan, tapi apa yang akan kau berikan padaku sebagai pembayarannya kali ini?” tanyanya.

Putri tukang giling mengeringkan air matanya danmemberikan cincin peraknya yang mungil kepada kurcaci itu.

Sekali lagi kurcaci itu duduk dan mulai memintal.

WHIRR…..WHIRR…WHIRR…

Putri tukang giling tertidur dan keesokan paginya sekali lagi dia terbangun dalam sebuah ruangan yang penuh dengan emas.

Raja benar-benar terpesona ketika sesaat kemudian dia masuk ke dalam ruangan.

“Gadis yang dapat memintal jerami menjadi emas, cocok untuk menjadi istriku,” pikirnya.

Sekali lagi dia membawa gadis itu ke sebuah ruangan yang lebih besar, penuh dengan jerami.

“Aku menyukaimu,” kata raja kepada gadis itu. “Pintallah jerami ini menjadi emas sebelum pagi tiba dan aku akan menikah denganmu dan mengangkatmu menjadi permaisuriku.”

Dia membimbing gadis itu ketengah ruangan kemudian keluar dan mengunci pintu di belakangnya.

Raja baru saja keluar dari ruangan ketika kurcaci itu muncul lagi.

“Kulihat lebih banyak jerami dari sebelumnya,” katanya. “Dengan apa kamu akan membayarku untuk mengubah semua ini menjadi emas?”

Putri tukang giling kelihatan sangat cemas.

“Aku tak punya apa-apa lagi yang dapat kuberikan kepadamu,” katanya.

“Kalau begitu kamu harus berjanji kepadaku,” kata kurcaci.

“Apapun juga, aku akan menjanjikan apapun juga kepadamu,” teriak gadis itu. Si kurcaci tersenyum kepadanya.

“kamu harus berjanji kepadaku, kalau kamu menikah dengan raja anak pertamamu menjadi milikku,’ katanya.

Permintaan itu mengerikan, tapi putri tukang giling tak punya pilihan lain kecuali menyetujuinya. Selain itu masih ada cukup waktu sebelum dia mempunyai anak. Barangkali si kurcaci akan lupa kepada janjinya.

Sekali lagi, kurcaci mulai bekerja.

Raja sangat gembira, ketika dia keesokan harinya melihat semua emas itu. Dia tidak akan pernah meminta gadis itu untuk memintal lagi untuknya, karena sekarang emasnya jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan. Disampaikannya hal ini kepada si gadis, dan memintanya untuk menjadi permaisurinya. Gadis itu setuju.

Putri tukang giling mulai mencintai raja, dan setahun sesudah menikah, mereka mempunyai seorang bayi yang cantik.

Ratu sangat bahagia dengan kehidupannya yang baru sehingga dia lupa akan janjinya kepada si Kurcaci.

Tapi kurcaci tidak pernah lupa. Pada suatu hari ktika ratu sedang bermain-main dengan bayinya di kamar, dia muncul lagi.

“Aku datang untuk mengambil anak yang kau janjikan kepadaku,” katanya.

Ratu menjadi nekat, dengan memeluk bayinya erat-erat, dia memohon kepada kurcaci.

“Ambillah semua hartaku,” katanya, “Tapi tinggalkanlah bayiku!”

Kurcaci merasa kasihan melihat ratu sangat sedih, maka diberinya kesempatan untuk tetap memiliki bayinya.

“Kuberi kau jalan,” katanya, “Namaku sangat aneh.” Gadis itu kelihatan bingung, tapi si kurcaci meneruskan.

“Jika kamu dapat mengetahui namaku dalam waktu tiga hari, engkau dapat tetap memiliki bayimu.”

Setelah itu kurcaci pergi lagi.

Ratu yang kebingungan segera memanggil pejabat-pejabat istananya dan minta pertolongan mereka untuk mengingat-ingat semua nama yang mereka tahu.

Sesudah semalaman tidak bisa tidur, ratu mengirim utusan-utusan keseluruh penjuru negeri untuk mencari nama-nama yang aneh. Ketika kurcaci datang lagi, ratu sudah mempunyai daftar nama-nama aneh yang panjang untuk dibacakan kepadanya. Tapi setiap kali dia membacakan nama-nama itu satu persatu, Kurcaci menggelengkan kepalanya, sambil tersenyum. Ratu kebingungan dan hari berikutnya membacakan daftar nama yang lebih panjang lagi kepada kurcaci. Tapi dia tetap menggelengkan kepalanya.

Ratu sangat takut akan kehilangan bayinya.

Ketika itu seorang  utusan tiba kembali di istana.

“Tuanku,” katanya “Saya sedang dalam perjalanan pulang melalui hutan lebat ketika sampai ke sebuah tempat kecil yang terbuka. Di situ saya melihat kurcaci itu sedang menari-nari mengelilingi sebuah api unggun, dan inilah yang dinyanyikannya,”

Aku menari dan menyanyi dengan gembira,

Besok seorang asing akan kubawa

Dia tidak dapat menerka,

Gadis muda yang malang,

Bahwa namaku adalah Rumpelstiltskin

“Itu dia,” teriak ratu dengan gembira. Rasa takutnya hilang dan dia duduk menunggu.

Kketika dia datang ratu sangat tenang.

“Apakah namamu Balthazar?” tanya ratu.

“Bukan!” kurcaci menggelengkan kepala.

“Apakah namamu Ezekiel?”

“Bukan!”

“Apakah namamu, kalau begitu, adalah Rumpelstiltskin?”

Kurcaci sangat marah. “Kamu pasti diberi tahu peri-peri!” teriaknya sambil melompat-lompat dengan marah.

Sambil berteriak-teriak, Kurcaci lari dari istana, meninggalkan ratu dan bayinya yang sudah selamat bersama-sama.

Itulah terakhir kalinya ratu melihat si kurcaci yang bernama Rumpelstiltskin.

Iklan

5 thoughts on “Rumpelstiltskin

  1. kasihan juga ya kurcacinya.. kenapa manusia sangat sulit menepati janjinya? seberapapun beratnya janji itu.. makanya jangan sembarangan berjanji kalau sekiranya tak bisa menepati..

  2. iya , pelajaran yg patut kita teladani , kasian donk kurcacinya , dia cmn bs marah , sedangkan si manusia nya egois bgt , gk mau menepati janji lg . bagi kurcaci sabar ya… bagi manusia , harus menepati janji , jangan asal janji , dan jgn membuat orang kecewa dengan janji itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s